Fri. Sep 25th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

E-Warung CV. Prima Penyedia BPNT KPM- PKH Toba, Diduga Melanggar SOP

2 min read

Toba, NaratamaOnline

Warung Elekronik Gotong Royong (E-Warung) perpanjangan tangan Pemerintah dalam menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) non tunai bagi warga tidak mampu.

Dengan sistem ini setiap bantuan sosial dan subsidi akan disalurkan secara non tunai menggunakan sistem perbankan. Tujuannya untuk mengurangi penyimpangan, kemudahan kontrol serta tepat sasaran, waktu dan jumlah.

Namun masih saja ada pengusaha e-warung yang dihunjuk langsung oleh Dinas Sosial daerah maupun kota yang tidak mengindahkan aturan tersebut.

Seperti pengelola e-warung CV.Prima penyedia Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Program Kementerian Sosial terhadap Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) yang dihunjuk Dinas Sosial kabupaten Toba, diduga tidak menjalankan aturan sesuai dengan SOP.

Dugaan pelanggaran aturan ini berawal dari hasil konfirmasi para awak media diKabupaten Toba beberapa waktu lalu.

Saat juga mengetahui bahwasanya CV.Prima merupakan penyedia ATK, tetapi kenapa belakangan ini malah penyedia Bansos BPNT ?

“Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga” Peribahasa ini memang layak dilontarkan kepada pengelola e-warung tersebut.

Dimana mereka menyalurkan beras diluar kesepakatan dengan Bulog dan belum jatuh tempo sembako sudah disalurkan kepada para KPM, bahkan mirisnya mereka menggaet KPM dari luar zonanya.

Merasa dilecehkan, TKSK (Pendamping) Kecamatan Laguboti dan beberapa pemilik warung e-warung lainnya yang mengaku KPM nya diserobot, ramai-ramai mendatangi gudang dan warung CV. Prima yang beralamat diPasar Melintang Tambunan, Sabtu (11/07/2020).

Hal itu,dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial kabupaten Toba, Rumondang Pakpahan dihadapan para awak media disela-sela monitoring langsung atas laporan TKSK dan pemilik e-warung ke gudang CV.Prima caplok tersebut.

“Kami sudah buat SOP dan kesepakatan tentang penyediaan e-warung tapi Ia melanggarnya” ujar Rumondang Pakpahan.

Sembari menambahkan telah mbuat jadwal penyaluran tanggal 15 setiap bulannya,namun ternyata hari ini CV. Prima sudah menyalurkan ditambah beras yang disalurkannya diluar dari kesepakan mengenai pemasok beras tersebut.

Rumondang berjanji akan melaporkan temuan ini ke Pimpinannya, seraya CV. Prisma saat dikonfirmasi terkesan angkuh dan tertutup kepada media.

Pengelola CV.Prima adalah Ranchus S, dimana istrinya merupakan salah seorang dari pejabat instansi Dinas Sosial kabupaten Toba yang diduga telah melakukan praktek tak benar sekaitan penyediaan bansos KPM-PKH.

Tidak hanya sebatas itu, alih-alih CV. Prima juga dihunjuk oleh BPBD Toba sebagai penyedia bansos sembako dari APBD provinsi dalam percepatan penanganan cobid-19.

Sementara itu ditempat terpisah hasil konfirmasi awak media NaratamaOnline-Toba kepada Sekretaris Laskar Merah Putih kabupaten Toba, Harry J Manurung menyatakan, “Dugaan di instansi Dinas Sosial kabupaten Toba, telah menjadi syarat Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).

Untuk itu saya meminta kepada Pemerintah daerah khususnya Kepala Dinas Sosial kabupaten ini, Radja Ipan Sinurat harus tegas menyikapi permasalahan yang timbul sekarang ini, terlebih dimasa pandemi covid-19 saat ini,dan Rencana dalam waktu dekat kami sebagai forum Laskar Merah Putih kabupaten Toba ini akan melaporkan terkait temuan ini kepihak Kejaksaan Tinggi” papar Harry J Manurung dengan tegas, pada Sabtu (11/07/2020) (F.M)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.