Thu. Aug 6th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

Aparat Desa Nalela Kecamatan Porsea Dapat Bansos, Sejumlah Warga Mengeluh

2 min read

Toba, naratamaonline

Aparat Desa Nalela Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Sumatera Utara, terdaftar sebagai penerima bantuan sembako dari gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease provinsi sumatera utara.

Setelah mendengar hal tersebut sebagai kontrol sosial ditengah masyarakat awak media NaratamaOnline Toba bersama rekan media lainnya turun langsung ke desa Nalela untuk mencari kebenaran informasinya, kamis (09/07/2020).

Sampai di desa Nalela kita para awak media terlebih dahulu menjumpai dari beberapa warga lansia setempat.

Menurut warga mereka sangat kesal atas kebijakan dari Kepala Desa, karena masih banyak keluarga miskin di desa itu yang layak dan pantas sebagai penerima bansos berupa sembako dari provinsi, “kenapa harus ikut tertera nama-nama aparat desa?

Sementara mereka masih menenerima upah dari pemerintah” ujar seorang warga ibu boru sitorus.

Ditambah lagi dari keterangan seorang warga lansia yang sudah berumur 76 tahun, “saya juga tidak dapat bantuan tersebut padahal saya dan beberapa lansia juga keluarga miskin lainnya sangat layak dan menginginkan agar dapat menerima bantuan sembako yang dari Pemerintah Provinsi tersebut, tetapi sepertinya kepala desa tidak berjiwa netral dalam hal ini, Ia lebih mementingkan aparaturnya juga keluarga dekatnya. Ini sumber data dari mana? pengambilan datanya seperti apa, mengapa bisa salah sasaran begini? Pak Bupati, Pak Gubernur juga Pak Presiden tolong bantu kami “tutur ibu tersebut dengan kesal sembari matanya nampak berkaca-kaca.

Selanjutnya dikantor desa Nalela kecamatan Porsea kabupaten Toba, sekretaris desa Nalela Sondang Sirait membenarkan bahwa dari ke 7 (tujuh) orang aparatur desa terdaftar dan sudah menerima bantuan berupa sembako yang dikucurkan dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 provinsi Sumatera Utara pada hari Senin (06/07/2020) kemarin.

Dengan alasan sumber data yang berhak menerima bantuan sembako merupakan arahan dari pihak pemerintah kecamatan Porsea.

Sementara itu, kepala desa Nalela Marihot Sitorus saat kita jumpai di kediamannya, juga membenarkan hal tersebut, “itu sudah merupakan hasil dari mufakat internal kita beberapa waktu lalu, bahwa aparat desa harus dapat jatah bantuan sembako yang dikucurkan dari provinsi sumatera utara” ungkap Marihot Sitorus.

Ditempat terpisah dalam menyikapi hal tersebut, sekretaris Laskar Merah Putih kabupaten Toba Harry J Manurung, ” kebijakan yang diambil kepala desa Nalela kecamatan Porsea kabupaten Toba ini sudah sangat menyalahi aturan dari anjuran pemerintah pusat dalam penanggulangan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19, nampaknya kepala desa Nalela Marihot Sitorus lebih mementingkan keluarga beserta aparatur desanya dan telah mengarah ke nepotisme dalam penyaluran bansos ini, Sehingga tidak mempedulikan lansia juga warga miskin lainnya yang masih sangat layak membutuhkannya” papar Harry J Manurung kepada awak media NaratamaOnline Toba dengan tegas. (F.M)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.