Fri. Sep 18th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

Kades Patane II Asik Jualan Benih Ikan Mas di Onan Porsea, Warga Merasa Pelayanan Aparatur Desa Jadi Terganggu

2 min read

Toba, naratamaonline

Disaat jam kerja kantor, oknum Kepala Desa Patane II, Kecamatan Porsea Kabupaten Toba, James Butar-Butar tertangkap kamera awak media NaratamaOnline Toba sedang asik berjualan benih ikan mas dipasar tradisional Porsea, pada Rabu (01/07/2020) sekitar pukul 10:00 wib pagi hari.

Diduga James Butar-Butar bolos dari tugasnya yakni dalam melayani segala urusan warganya. Hal ini terungkap setelah awak media ini mengkomfirmasi beberapa warga desa Patane II, via Telepon Seluler untuk mencari info tentang kinerja sang oknum Kepala Desa tersebut.

Tapi salah seorang dari warga Patane II yang enggan menyebutkan namanya, “ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena tugas beliau terutama melayani masyarakat bahkan di gaji oleh Pemerintah, dan harapan saya mohon segera Bupati maupun Instansi yang berwewenang diKabupaten Toba ini, Memberi sanksi tegas terhadap anggotanya yang melanggar aturan.

Memang tampak akhir-akhir ini makin besar anggaran Dana Desa, semangkin kurang disiplin para oknum Kepala Desa”ucap warga tersebut.

Sementara itu ditempat terpisah, dalam menanggapi hal tersebut Sekretaris forum Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Toba Harry J Manurung,menyatakan “Kepala Desa beserta perangkatnya diwajibkan dikantor pada saat jam kerja”.

Karena pemerintah sudah menganggarkan penghasilan tetap Kepala Desa dan juga perangkatnya dari APBDesa yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD). Seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dengan ketentuan, besaran penghasilan tetap Kepala Desa Rp. 2,4 juta besaran penghasilan tetap Sekretaris Desa Rp.2,2 juta dan besaran penghasilan tetap Perangkat Desa lainnya Rp.2 juta.

Maka berdasarkan hal itu, para aparatur Desa tidak boleh melakukan kegiatan pribadi atau kepentingan lain di waktu posisi jam kerja.” Sebagai Sekretaris forum Laskar Merah Putih (LMP) di Kabupaten Toba ini, saya minta kepada Bupati agar segera menindak dan memberikan sanksi buat oknum Kepala Desa Patane II tersebut, sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Negara ini.

Dimana seperti kita ketahui, Perangkat Desa merupakan perpanjangan tangan Pemerintah perihal dalam urusan kepentingan masyarakat di tingkat Desa, maupun dalam hal pelayanan publik di kantor Desa untuk itu seluruh perangkat Desa harus berkantor seperti pegawai pada umumnya, papar Harry J Manurung dengan nada mantap. (F.M)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.