Mon. Jul 13th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

Belum Ada Respon Pemerintah, Jalan Penghubung Antar Desa Rusak Parah

2 min read

Toba, NaratamaOnline

Kondisi ruas jalan yang menghubungkan desa Tangga Batu I dan desa Tangga Batu II kecamatan Parmaksian kabupaten Toba, sudah semakin parah.

Warga desa Tangga Batu I pun berharap perhatian pemerintah daerah setempat terhadap kondisi jalan, mengingat vitalnya keberadaan jalan sebagai penghubung kedua desa yang diperkirakan sudah rusak selama puluhan tahun terakhir.

Berdasarkan pantauan NaratamaOnline, Toba, Rabu (03/06/2020), jalan yang diberi nama “Jalan Runggu Malela” ini, memiliki panjang 2 Km.

Tampak jelas hampir di seluruh bagian ruas jalan mengalami rusak parah dan dipenuhi lubang besar bagai kubangan kerbau,dimana bila musim penghujan otomatis akan menimbulkan genangan air setinggi lutut orang dewasa, dan diperkirakan sudah puluhan tahun tidak disentuh perbaikan.

Dolfin Sitorus, warga desa Tangga Batu I mengatakan “sejak perubahan status jalan desa menjadi jalan kabupaten dimasa kepemimpinan Bupati Monang Sitorus, jalan penghubung antar dua desa ini hingga sekarang tidak pernah lagi diperbaiki.

Terbukti kondisi jalan yang semakin parah, sehingga pengguna jalan kerap kesulitan saat melewati ruas jalan tersebut”.

Bisa dicek kondisinya kelapangan, sudah sangat parah, ungkap Dolfin. Dia menjelaskan akses jalan tersebut saban hari dilaluinya untuk mengantarkan anaknya sekolah ke SD Inpres yang berada di dusun Sosor Ladang.

“Kalau pemerintah kabupaten ini peduli dengan pendidikan mestinya jalan tersebut sudah harus diperbaiki” ujar Dolfin dengan nada kesal.

Untuk itu, pihaknya berharap ada perhatian yang harus diberikan pemerintah daerah terhadap kondisi jalan tersebut.

Mengingat jika diperbaiki akan menjadi penyemangat bagi warga petani untuk pergi kelahan ataupun untuk membawa hasil panen pertanian masing-masing, para siswa juga akan merasa nyaman saat berangkat ke sekolah untuk menuntut ilmu, tambahnya.

Sementara itu kepada desa Tangga Batu I, Juner Sitorus juga mengatakan “Jika jalan status kabupaten tersebut sudah lima kali diusulkan perbaikannya dalam moment Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan, namun sampai sekarang belum terealisasi dan kondisinya sudah semakin parah” pungkas Juner.

Ditempat terpisah menanggapi hal ini, anggota DPRD kabupaten Toba, Fauzi Sirait angkat bicara bahwa dirinya sangat prihatin dan menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan tidak peduli dengan kondisi jalan tersebut.

“Kondisi jalan ini sudah sering diusulkan tetapi hasilnya selalu nihil, padahal jalan Runggu Malela tersebut merupakan akses jalan satu-satunya yang menghubungkan beberapa desa di kecamatan Parmaksian kabupaten Toba ini” ucap wakil rakyat tersebut mengakhiri. (F.M)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.