Mon. Sep 28th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

Baru 5 Bulan TPT DD 2019, Senilai 400 Juta Sudah Ambruk

2 min read

NaratamaOnline_Toba

Insfratuktur pedesaan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat melalui program Dana Desa (DD), dengan maksud untuk memajukan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat diseluruh wilayah Indonesia, khususnya bagi masyarakat petani.

Terutama jalan yang menuju pedesaan, termasuk juga dalam hal pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk mencegah terjadinya erosi pada lahan pertanian.

Namun sepertinya ada kejanggalan yang kita temui pada bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di dusun Lumban Barita desa Dolok Saribu Janji Matogu kecamatan Uluan kabupaten Toba.

Dimana anggaran bangunan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) 2019 disinyalir pengerjaannya asal-asalan juga diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kontruksi bangunan, akibatnya fatal karena bangunan yang masih berumur 5 bulan tersebut kini telah ambruk.

Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dikerjakan langsung oleh Pemerintah Desa melalui Tim Pengelola Kegiatan (TPK) diduga mark-up anggaran, karena pekerjaan baru selesai 5 bulan kini sudah ambruk kurang lebih sepanjang 20 meter, yang mengakibatkan hampir seluruh bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) menjadi retak dan besar kemungkinan seluruh pasangan batu dibangunan tersebut akan ambruk.

Hal ini dikatakan P. Manurung salah seorang dari warga setempat saat ditemui awak media, Senin (01/06/20), bahwa dana bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) bersumber dari Dana Desa (DD) 2019 dengan kisaran biaya Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah), ungkapnya.

“Bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang kurang lebih sepanjang 500 meter ini diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), seperti adukan semen tidak maksimal, tanpa adanya tros besi untuk penahan kekuatan karena kedalamannya mencapai 2,5 meter, juga posisi pasangan batu di TPT tersebut berdiri terlalu tegak, bahkan terpantau juga penerapan bagian atas TPT kurang rapi dan tidak pula dilakukan pemasangan pondasi yang sesuai teknis diawal melakukan pekerjaan”papar P.Manurung.

Saat ditemui disalah satu warung, Senin (01/06/20) Hasiholan Dolok Saribu Kepala desa setempat, sepertinya sedang asik bermain bola billyard dan seakan-akan tidak menghiraukan kedatangan kita para awak media.

Namun setelah beberapa lama menunggu dan tak sabar lagi untuk konfirmasi, membuat spontanisasi dari salah seorang rekan media menghampiri kepala desa tersebut, Dengan sambil menunjukkan foto-foto ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT). “Sudah kami telah meninjau ambruknya TPT itu, dan sudah direncanakan untuk perbaikan dengan rencana menggunakan dana anggaran dari Dana Desa (DD) tahun 2020 ini” jawab Hasiholan Dolok Saribu kepada rekan media dengan nada enteng.

Sementara itu ditempat terpisah, juga menurut salah seorang dari warga desa Dolok Saribu Janji Matogu yang sekaligus dari salah seorang ketua ormas di desa tersebut yang tidak mau menyebutkan namanya, kepada awak media mengatakan “saya meminta kepada pihak penegak hukum supaya segera turun untuk meninjau dan memeriksa Hasiholan kepala desa Dolok Saribu Janji Matogu ini, terkait kejangalan-kejanggalan yang terjadi selama penggunaan Dana Desa (DD) karena kebanyakan tidak tepat sasaran.

Oleh karena itu, oknum yang bertanggung jawab di desa ini harus segera diperiksa guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Saya mengharap jika oknum tetsebut memang bersalah agar segera diproses dengan hukuman yang maksimal” sebutnya dengan tegas. (F.M)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.