Mon. Jul 13th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

DUGAAN “KADES PATANE II” TIDAK PERSUASIF TERHADAP WARGANYA

3 min read

Toba, naratamaonline

Tanah merupakan salah satu persoalan paling pokok dalam kehidupan manusia. Ini karena diatas Tanah itulah Manusia mendirikan rumah untuk tempat tinggal, gedung untuk tempat Usaha, ataupun menanaminya Untuk Memetik hasilnya.

Seperti yang terjadi didesa Patane II kecamatan Porsea, menurut keterangan Timbang Sirait Salah seorang dari warga Desa Patane II berkisar 35 tahun silam, keluarganya menyerahkan sebidang Tanah dengan ukuran 8 m² x 14 m² milik mereka Kepihak Pemerintah melalui dinas pendidikan untuk digunakan sebagai lokasi bangunan 2 unit rumah dinas Guru SD inpres Siraituruk Sesuai dengan anjuran pemerintah. Timbang sirait, Montang sirait, R. William Butar-Butar juga Saudara Jonas Sirait.

“Kami sebagai pihak Pemilik tanah membuat surat pernyataan penyerahan Tanah tanpa ada unsur paksaan dari pihak Manapun seluas 8 m² x 14 m² dengan kesepakatan hak guna Pakai dan rincian isi dari pada surat perjanjian apabila Tanah tersebut tidak dipakai lagi Atau tidak dipergunakan dikemudian hari, maka Tanah milik kami tersebut akan kembali dengan sendirinya.

Surat perjanjian penyerahan hak pakai yang Kami tanda tangani Tertanggal 12 April 1985 ” Terabg Timbang sirait Kepada Awak media NARATAMAONLINE-TOBA pada Selasa (12/05/2020) sembari menunjukkan Fotocopy Surat perjanjian tersebut.

Timbang sirait Salah satu dari sipemilik Tanah Yang masih hiduo sampai sekarang ” inti daripada surat perjanjian yaitu apabila tanah tersebut tidak dipergunakan lagi maka otomatis dengan sendirinya kembali kepada pemilik semula.

Karena Bangunan rumah dinas Guru yang berdiri diatas Tanah kami sudah Hampir 4 tahun dikosongkan atau tidak dipergunakan lagi, maka saya sebagai pihak dari pemilik tanah memohon kepada Pihak Pemerintah kabupaten Toba melalui Dinas Pendidikan Agar secepatnya mengeluarkan Surat Pengembalian atas Tanah Tersebut kepada kami.

Juga Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan Pemerintah Hak Pakai Pada prinsipnya hak Atas Tanah yang dikenal Dalam Undang Undang No 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria (UUPA) dengan penjabaran Bahwa hak Guna Pakai Berlimit 25 tahun Padahal Tanah Kami Sudah Melampaui Batas yakni sudah 35 tahun dipakai Dinas Pendidikan “ujur Timbang Sirait dengan tegas. Selang satu hari Timbang sirait Kembali menghubungi awak media melalui telepon seluler mengatakan “Saya sudah jengkel mengenai tanah yang Kami serahkan Kepihak Dinas Pendidikan karena Kepala Desa Patane II James ButarButar sudah mengedarkan Surat undangan dengan Nomor :005/92/2007/2020 Perihal Pinjam Pakai rumah dinas Guru SDN 174559 Siraiuruk yang sudah tidak dipergunakan yang juga berada diatas tanah Kami Menjadi Kantor desa Patane II Tanpa sepengetahuan Saya, Sebagai Pemilik Sah Lahan tersebut. Sebagai Kontrol sosial untuk menindak lanjuti pengaduan Dari Timbang Sirait. Maka awak media turun kelokasi Pada hari Kamis (14/05/2020).

Sesuai dengan Jadwal Surat edaran Yang dikeluarkan oleh kepala desa Patane II James ButarButar. Berdasarkan Surat edaran Yang dikeluarkan James ButarButar dimana didalam surat tersebut ada tercantum nama Kepala sekolah SDN siraituruk Sonti Simangunsong S.pd sebagai Pihak I penyerahan bangunan dan Kepala Desa Patane II James ButarButar sebagai Pihak ke II.

Yang seharusnya timbang Siraitlah Yang Menjadi pihak I karena Kepala sekolah Sonti Simangunsong Adalah pihak pengguna atau pemakai lahan tersebut, jadi ada indikasi antara Kepala desa Patane II dengan Kepala Sekolah SDN Siraituruk main Mata.

Saat dikonfirmasi awak Media NaratamaOnline-Toba Kepada Kepala Sekolah SDN 174559 Sonti Simangunsong S.pd Terkait dengan Surat edaran dari Pemerintah desa Patane II tersebut, Sonti Simangunsong S.pd mengelak dan Mengatakan bahwa dirinya tidak sedikit pun berniat mengambil keuntungan dari rumah Dinas guru yang rencananya akan dijadikan Kantor Kepala desa Patane II, ujar Sonti.Ditempat Terpisah Rencana ingin Konfirmasi Kepada Kepala desa Patane II James Butar-Butar.

Namun Kedatangan Kami dari awak media Dikantornya Tampak membuat dia Gelisah dan Kepala desa Patane II James ButarButar Langsung beranjak Meninggalkan Kantornya. Sementara itu Timbang Sirait ” Saya Tidak akan memberikan lagi tanah Kami tersebut Kepihak manapun dan Keinginan saya hanya Satu Kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Agar secepatnya mengeluarkan Surat Pengembalian Tanah Kami” Terang Timbang Sirait Dengan Tegas (F. M)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.