Mon. Jul 6th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

Diduga Ada Penyerobotan Tanah Di Kampung Ranca, Desa Cikasungka

3 min read

Tangerang, naratamaonline

Sebidang tanah milik kas desa seluas 1,2 m2 di Kampung Ranca Rt.10/02, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear diduga adanya penyerobotan tanah untuk bangunan pesantren Al-Husainy. Rabu, (19/3/2020).

Kejadian tersebut membuat resah warga Cikasungka dan melaporkannya petugas berwenang untuk segera ditindaklanjuti.

Ketua RT Kampung Ranca Desa Cikasungka Parta mengatakan, dugaan Tanah kas desa yang sebelumnya merupakan lahan hijau berupa persawahan berubah menjadi rata dan ingin dibangun pesantren.

“Perubahan tersebut diduga dilakukan oleh Habib Alwi yang mengaku bahwa tanah ini miliknya, dan saya sebagai ketua RT meminta untuk menunjukan surat – surat kepemilikan dan surat ijin membangun pembangunan pesantren tersebut, Habib ali pun berdalih semua surat – tersebut sedang dalam proses,” ucap parta.

Lanjutnya, parta melaporkan kejadian ini ke kantor Desa Cikasungka melaporkan kepada kepala Desa M.Supriyadi dan disaksikan oleh muspika diruangan kantor desa.

“Kami mendapatkan data SPH (Surat Pernyataan Hak Atas Tanah) dari Dinas Tata Ruang Kabupaten Tangerang disaksikan oleh Kasi Trantib Kecamatan Solear, Binamas dan Babinsa, dengan nomer surat Nomor : 593-01/SPH/Kec.Slr/2017,” ucap Kepala Desa Cikasungka M.Supriyadi.

Untuk diketahui, Bahwa pihak pertama adalah yang berhak penuh atas bidang tanah C.1003 Persik 107 D.III Nomor SPPT – PBB 012-0085.0 atas nama Masduki berjenis tanah darat / tanah dengan luas 5.103, namun yang ada di data SPH jumlah luas tanah atas nama Masduki adalah 12.190 m2, jadi untuk SPPT yang di cantumkan di SPH adalah data yang salah suratnya.

Pada Tanggal yang tertera di SPH atas nama Pihak Pertama Habib Ali Alwi, akan mendirikan pondok pesantren Al – Husainy. Dengan adanya transaksi pada hari Kamis tanggal 04 Januari 2017 dihadapan para saksi Kepala Desa Cikasungka dan Camat Solear.

“Yang menjadi janggal disini adalah, kepala desa cikasungka Holil Rahmat Jaya pada tanggal 4 Januari 2017 sudah tidak menjabat, dan di gantikan oleh Pjs. (ALM).M.Hasanudin, tetapi kenapa pada tanggal 4 janurai 2017, mantan kepala desa cikasungka Holil Rahmat Jaya bersedia mendatangani surat SPH,” ungkapnya.

Sementara itu, pada tanggal 4 Januari 2017 camat solear yang di jabat oleh Drs.Dadang Nugraha sudah tidak menjabat sebagai camat solear, digantikan oleh Camat Solear yang baru H.Ahmad Patoni. Yang menjadi pertanyaan adalah, pada tanggal 4 Januari 2017 Mantan Kepala Desa Cikasungka Holil Rahmat Jaya sudah tidak menjabat sebagai kepala desa cikasungka, tapi di surat SPH tertera dengan tanggal 4 Januari 2017 di tanda tangani oleh Kepala Desa Cikasungka Holil Rahmat Jaya dan Camat Solear Drs.Dadang Nugraha.

“Kepala desa bersama Binamas, babinsa dan kasi trantib dari kecamatan Solear beserta anggotanya mendatangi lokasi tersebut untuk menanyakan perijinanya serta kepemilikan tanah tersebut. Sebagai pejabat desa, kami berhak mengetahui sumber dan asal usul pembangunan yang akan berdiri kokoh di desa cikasungka ini, kami tidak akan menghalangi proses pembangunan, hanya ingin menanyakan kebenaran dan kejelasan surat yang di miliki oleh pendiri pondok pesantren ini, agar semua berjalan lancar dan baik, sebagai mana mestinya,” ujarnya.

Ditempat terpisah Camat Solear H.Soni Karsan menyatakan, SPH dengan Nomor : 593-01/SPH/Kec.Slr/2017 tidak terdaftar di Register Kantor Kecamatan Solear, karena pada tahun 2016 pada awal bulan Februari, Mantan Kepala Desa Cikasungka Holil Rahmat Jaya sudah tidak menjabat sebagai kepala desa cikasungka.

“Dengan SPH yang sudah beredar pada tanggal 4 Januari 2017 yang sudah di tanda tangani oleh kepala desa cikasungka Holil Rahmat Jaya, sudah tidak menjabat, dan di gantikan waktu itu oleh pejabat sementara kepala desa cikasungka (ALM) M.Hasanudin sampai meninggal dunia pada bulan April 2017,” tandasnya.

Untuk diketahui, SPH dengan Nomor : 593-01/SPH/Kec.Slr/2017 yang sudah beredar, diduga ilegal, namun, yang bisa menyatakan ilegal adalah pihak yang berwajib (Kepolisian).

Pantauan dilokasi, Kepala Desa, Binamas, Babinsa yang langsung bertemu dengan beberapa karyawan yang mengaku dari PT. NAGOYA (Rusli) berserta tim. Dan akhirnya kepala desa M.Supriyadi berdiskusi mengenai ijin tersebut, karena belom bisa menunjukan surat- surat tersebut sementara di stop kegiatannya sampai ada surat ijin tersebut. Namun, sampai hari ini Rabu (18/3/2020) kegiatannya masih terus berjalan.
(Mad Sutisna)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.