Fri. Sep 18th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

Jeritan Hati Tukang Sapu Jalanan

1 min read

Bantaeng, naratamaonline

Dilansir dari Pedoman Sulsel.com, (3/3/2020) Dg Tinggi seorang pekerja Sapu Jalan di sekitaran Pantai Taman Mini Lamalaka Bantaeng, sempat viral karena gajinya dipotong dari Rp. 1,3 juta turun menjadi 900 ribu ternyata kehidupannya sangat memprihatinkan.

Dia memiliki empat orang anak kandung, dua anak tiri yang menjadi tanggungannya, semuanya tidak ada yang sekolah karena persoalan ekonomi.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya ia juga sesekali dibantu oleh istrinya, Inna mencari uang dengan cara menjadi pembantu cuci pakaian ditempat orang.

“Iya Pak istri saya kadang dipanggil sama orang untuk mencuci pakaian. Biasanya dia dibayar Rp. 30 ribu,” curhatnya kepada awak media, Selasa (3/3/2020).

Di rumah yang berukuran sekitar 4×6 meter tersebut ini, dia tinggal bersama delapan orang keluarganya. Hidup sederhana dan makan seadanya itupun dia hanya mengandalkan dari hasil kerjanya sebagai tukang sapu jalan.

Ditengah perihnya kehidupan yang dijalaninya. Saat ini masalah hidupnya semakin rumit, sebab tahun 2020 ini gajinya telah dipotong tanpa ada alasan yang jelas.

“Bagaimana saya ini Pak. Hidup saya sudah susah ditambah lagi gaji saya dipotong tidak wajar,” keluhnya.

Selain itu, dia mengaku bahwa selama kurang lebih 10 tahun dia tinggal di rumah kecilnya yang terletak di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng hampir tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah. Padahal, kediamannya hanya berjarak 100 meter dari kantor Bupati Bantaeng.

“Iye Pak tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Kecuali Seng dinding depan rumah saya ini,” pungkasnya. (Azis Sibali)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.