Fri. Sep 25th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

SD Negeri No.173657 Sihiong Diduga Lakukan “Pungli”

2 min read

Tobasa, naratamaonline

Beberapa warga yang desa Sihiong Kecamatan Bonatualunasi Kabupaten TOBASA, mengadukan tentang adanya dugaan praktek pungli yang ada di SD Negeri No.173657 Sihiong.

Menurut Simbolon salah seorang warga desa Sihiong dijelaskan bahwa adanya pungutan untuk Membangun Sanitasi berupa Toilet sebesar Rp. 80.000 per siswa dan baru beberapa hari lalu kami bayarkan, karena takut anak kami di tekan oleh pihak sekolah karena tidak membayar atau melunasinya ujar Pak Simbolon kepada Ketua Laskar Merah Putih Bonatualunasi Kabupaten TOBASA Pekan lalu.

Sepengetahuan dari beberapa warga masyarakat desa Sihiong yang berada di sekitar sekolah pun mengatakan, bahwa toilet/Mck di Sekolah itu masih ada dan baru saja di Bangun dan tidak ada yang rusak, jadi buat apa uang tersebut di pungut kembali kepada kami orang tua siswa, kan untuk biaya seperti itu sudah di biaya Pemerintah melalui APBN atau APBD Pertahunnya, jadi ini sudah Pungli ujarnya.

Salah seorang warga desa Sihiong yang tidak mau di sebutkan namanya kepada media NaratamaOnline.Untuk tingkat SEKOLAH DASAR Pemerintah menganggarkan Rp.800.000 / Siswa per 3 Bulan tambah warga Masyarakat tersebut.

Selain Sumbangan dan bantuan Pendidikan, Pungutan di Sekolah menurut Ketua Laskar Merah Putih Bonatualunasi Kabupaten TOBASA Harry Jhonson ManRoe harus memiliki dasar hukum dan jika tidak miliki dasar hukum akan di pantau oleh Satuan Tugas Bersih Pungutan Liar ( Saber Pungli ) tegas Harry kepada wartawan naratamaonline Sabtu Lalu dan akan di jerat dengan Pasal 423 KUHP dengan Ancaman 6 Tahun Penjara.

Sementara Pantauan wartawan Minggu 1 Maret 2020 langsung meninjau Lokasi MCK yang terletak di samping kantor Guru SD NEGERI MO.173657 ini, memang masih layak di pergunakan dan tidak terlihat ada yang rusak dan 2 pintu untuk Guru guru pun terlihat terkunci rapih, jadi pertanyaannya, kemanakah tujuan uang yang di kutip kepada Murid murid sebesar Rp. 80.000..?

‘jangan-jangan ini hanya modus guna memperkaya Kepala sekolah saja, tegas Ketua Laskar Merah Putih Bonatualunasi Kabupaten TOBASA.

Pihaknya meminta agar Kejaksaan Negeri Tobasa segera mengusut oknum pungli SD NEGERI 173657 Sihiong, sebagai langkah kongkrit dalam waktu dekat, kami akan segera melayangkan Surat laporan resmi kepada kejaksaan tegas Harry Manurung, kepada awak media ini. (Kbr)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.