Sun. Sep 20th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

KADES MERANTI TENGAH (JAMBU DOLOK) DIDUGA KORUPSI DANA DESA

2 min read

Tobasa, naratamaonline

Dana Desa yang diluncurkan oleh pihak pemerintah pusat,sesuai Nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, guna percepatan Pembangunan Desa dan Kesejahteraan masyarakat. Tapi sangat disayangkan, ada beberapa permainan Oknum Kepala Desa dan Aparatnya di Kabupaten Toba Samosir yang diduga menyalahgunakan Dana tersebut.

Sebagaimana terjadi di Desa Meranti Tengah (Jambu Dolok) Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, yang menjadi perbincangan hangat dilingkungan masyarakat. Pasalnya, Jhon Rafles Panjaitan yang sudah dua periode menjabat Kepala Desa di Meranti Tengah (Jambu Dolok), sejak menjabat dari dari periode pertamanya sampai sekarang di Desa tersebut, diduga kuat Dana Desa diperuntukkan sebagai kepentingan pribadi hanya untuk memperkaya diri sendiri.

Dana Desa yang dianggarkan diDesa itu kurang kebih mencapai Rp 700.000.000,- (Tujuh ratus juta rupiah) setiap tahunnya, dan dalam setiap penggunaan selalu terindikasi pengelolaannya tidak sesuai RAPB-Des dan RKP-Des juga tidak tepat sasaran.

Menurut BS salah seorang warga Desa Meranti Tengah (Jambu Dolok) dan pengakuan beberapa warga lainnya, saat dikomfirmasi media naratamaonline, senin (20/1) kata dia, BS bahwa dirinya bersama beberapa warga yang lain meragukan pelaksanaan Dana Desa sejak Jhon Rafles Panjaitan menjabat Kepala Desa bahkan tidak sesuai dengan Juknis yang sudah dibuat tambahnya.

Beberapa warga setempat menambahkan begitu banyak kejanggalan yang teradi di Desa Meranti Tengah (Jambu Dolok) sejak Jhon Rafles Panjaitan terpilih menjadi Kepala Desa mereka. Bahkan terkesan Dana Desa seperti milik pribadi sehingga sesuka hatinya melakukan apa saja papar warga.

Masyarakat meminta kepada Bupati Toba Samosir dan Penegak Hukum agar kejadian tersebut segera ditanggapi, supaya tidak terulang kembali kedepannya dan JRP selaku Oknum Kepala Desa harus segera diaudit. Jangan sampai ada kesan pemerintah dan penegak hukum melakukan pembiaran atas KKN yg terjadi diDesa kami ujar warga. (Frenk)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.