Wed. Sep 30th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

Banjir Setinggi 50 cm Rendam Ratusan Rumah

2 min read

Tangerang, naratamaonline

Hujan deras yang mengguyur disejumlah wilayah di Kecamatan Sepatan, pada Kamis (23/1) pagi menyebabkan ratusan rumah di Kampung Dukuh, Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan, terendam air setinggi 50 cm, Jum’at (24/1/2020).

Camat Sepatan Dadang Sudrajat mengatakan, banjir yang melanda Kampung Dukuh, Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan diakibatkan gorong-gorong yang penuh dengan sampah dan lumpur, sehingga sudah tidak sanggup lagi menampung volume air yang tinggi ketika air hujan turun.

“Masalahnya ada saluran air yang tersbumbat oleh sampah dan lumpur sehingga air yang banyak meluap sampai ke kepemukiman warga,” terang Dadang Sudrajat kepada Wartawan.

Menurut Dadang, lingkungan tersebut sudah sering diadakan gotong royong bersama komunitas pemuda, RT, RW dan pihak kelurahan. Namun, karena saluran pembuangan yang kurang dan menyempit menyebabkan air hujan di kampung tersebut tak bisa lari ke mana-mana sehingga meluap.

Lanjutnya, air yang meluap ke pemukiman warga kurang lebih mencapai 50 cm tingginya, dan Kata Dadang, untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang dikemudian hari, pihaknya berencana membuat sumur resapan dan pengadaan mesin pompa.

“Kurang lebih sekitar 50 cm, kurang lebih ratusan rumah. Langkah kedepan kita perlu buat sumur resapan, biopori, pengadaan mesin pompa dan juga normalisasi spal yang ada. Sehingga, hal ini tidak akan terjadi lagi di wilayah Kecamatan Sepatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima data korban banjir, namun jika pada kepala desa menginginkan adanya bantuan logistik maka pihaknyabakan segera mengirimkan bantuan.

“Kalau berapanya saya belum tahu karena belum ada data yang masuk, tapi kantor damkar disana juga kena banjir. Langkah kami saat ini jika kepala desa atau camat meminta untuk menurunkan logistik maka akan kami kirim,” katanya.

Menurut Kosrudin, banjir di Kampung Dukuh, Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan merupakan hal yang pertama kali. Pasalnya, dari tahun ke tahun setiap musim hujan tidak pernah ada banjir. Kosrudin menduga, banjir di Sepatan ini disebabkan oleh dua faktor, yang lertama karena curah hujan tinggi dan yang kedua karena saluran air yang semakin sempit.

“Ini kali pertama di Sepatan. Menurut saya ada dua kemungkinan banjir di Sepatan ini, ke satu memang karena curah hujan tinggi, ke dua drainase yang semakin kecil, dulu 3 meter sekarang jadi 1 meter, dulu ada mbung atau rawa penampung air sekarang perumahan, ditambah banyak got yang tersumbat juga, jadi bisa dibilang ulah manusia sendiri juga,” katanya.
(Mad Sutisna)

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.