Sat. Jul 11th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

Hendrawan PDIP: Kita Beri Kesempatan Kepada Ahok Bekerja

2 min read

Jakarta Naratama Online

Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno yang juga sebagai anggota DPR RI mengatakan mari kita berikan kesempatan kepada Ahok menjalankan tugasnya sebagai komisaris utama pertamina. Jangan kita langsung mendikte bahwa Ahok tidak mampu, itu terlalu suudzon kita menilai seseorang`

“Belum bekerja udah kita simpulkan tidak mampu, ini tidak bagus dalam menilai sesorang, kasih dong kesempatan membuktikan bahwa Erick Tohir tidak salah pilih.”. Demikian diungkapkan Hendrwan Supratikno kepada kalangan wartawan Minggu 24.11/2019.

Apalagi tanggapan Fadli Zon, kurang tepat menilai Ahok tidak punya kemampuan didalam mengelola menejemen pertamina, ini terlalu tendensius. Sah-sahnya orang menilai seseorang itu tapi jangan terlalu berlebihanlah .

“Fadli Zon mewakili satu arus pandangan yang harus kita hormati, meski pandangannya simplistik reduksionistik (menyederhanakan) sehingga terkesan sudah dari awal apriori-tendensius,” tutur Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Minggu (24/11/2019).

Hendrawan yang juga Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR ini menilai Ahok punya karakter khas dalam memimpin. Namun demikian, memang ada risiko Ahok menimbulkan kegaduhan.

“Ahok memiliki keberanian manajerial yang berbeda. Dia cenderung menganut psikologi ‘anti kemapanan’, membuat antitesa dari suatu normalitas atau hal yang baku. Perilaku demikian, tanpa diikuti energi untuk menciptakan sintesa atau harmoni, memang cenderung menimbulkan kegaduhan,” tutur Hendrawan.

Hendrawan berharap Ahok bisa belajar dari pengalamannya yang sudah-sudah perihal kegaduhan, sehingga kerjanya bisa lebih efektif. Hendrawan juga menantikan puisi Fadli Zon untuk Ahok selanjutnya.

“Dengan pengalaman-pengalaman yang sudah dijalaninya, kita berharap Ahok akan lebih matang dan arif, sehingga pada saatnya Fadli Zon akan melahirkan puisi yang lebih apresiatif dan reflektif,” kata Hendrawan.

Sebelumnya, Fadli Zon merasa heran dengan terpilihnya eks Gubernur Jakarta itu menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. Fadli mempertanyakan kemampuan Ahok.

“Biar masyarakat yang menilai. Kalau saya menilai kayak nggak ada orang lain aja gitu, kenapa, apa sih hebatnya? Menurut saya sih biasa-biasa saja. Tapi kan itu menimbulkan tokoh-tokoh atau orang-orang dan masyarakat yang selama ini kontra terhadap Ahok menjadi tidak suka,” kata Fadli Zon di Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).

Fadli Zon menilai terpilihnya Ahok menjadi Komut Pertamina merupakan refleksi kedekatan Presiden Jokowi dengan Ahok. Fadli menilai Jokowi dan Ahok adalah teman sejati.

“Ya menurut saya pasti menimbulkan kegaduhan dong. Kan harusnya mencari orang profesional, emangnya dia ahli minyak? Dia kan bukan ahli minyak. Hebatnya apa dia di Pertamina,” tutur Fadli soal pria sarjana Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti itu. [Red]

 

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.