Wed. Sep 30th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

KETUA KOMITE SDI WAE TAENG, LAMBA LEDA BERHENTIKAN GURU TANPA ALASAN?

2 min read

Matim, naratamaonline

Ketua komite SDI Wae Taeng lamba leda, Kabupaten Manggarai Timur NTT, merekomendasi terhadap Kepala Sekolah agar mengeluarkan 4 (empat )
Orang guru, tanpa ada alasan yang jelas.

Albertus muju selaku ketua komite SDI wae taeng, Desa Golo Nimbung mengirim surat kepada Kepala Sekolah yang diketahui isi suratnya tersebut mengarah pada pemberhentian guru dengan tidak memberikan alasan yang jelas.

Jumlah guru yang tercatat oleh ketua komite tersebut sebagai
berikut:

1. Hironimus jerahi
2. Joiy Haki
3. Maria Geofa
4. Mansensius Rahman.

Nama-nama guru yang direkomendasikan itu, membuat kondisi guru yang dikeluarkan mengalami shok dan meminta kepada ketua komite SDI Wae Taeng menjelaskan apa alasan sehingga kami dikeluarkan…?

Surat ini diterbitkan sejak 2 november 2019 dan meminta guru diberhentikan pada hari
Senin, 4 november 2019
Dan ditujukan keada kepala sekolah SDI wae taeng Lamba Leda matim ,NTT.

naratamaonline, memantau langsung, 8 november 2019 bahwa guru tersebut merasa kesal.

Semenjak kami mengabdi di SDI Wae Taeng, kita sebagai guru menjalankan kewajiban sebagai tenaga pendidik secara profesional dengan tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, dan mematuhi aturan yang berlaku di sekolah.

Siswa-siswi di SDK Wae Taeng sangat merindukan guru-guru tersebut, agar tetap melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM). Salah satu peserta didik yang namanya dirahasiakan, bercerita bahwa kami tidak memahami mengapa guru kami diberhentikan padahal hanya menjelaskan ilmu pengetahuan, red.

Orang tua siswapun sebagian kaget atas bocornya surat ketua komite tersebut. Kami baru mengetahui bahwa masalah terkait pemberhentian guru. perselisihan ini merupakan tindakan yang tidak terpuji dan mencoreng institusi pendidikan, sebagaimana diatur dalam PP nomor 38 tahun 1992 tentang tenaga kependidikan, dan UU nomor 14 tahun 2005 pasal 39 menyangkut perlindungan guru satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam menjalankan tugas.

Untuk mengurai benang kusut ini perwakilan orang tua murid meminta agar Bupati, Gubernur dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersikap tegas demi menjaga kehormatan guru, semoga pihak-pihak berselisih dapat diberikan solusi terbaik, guna kebaikan sistem pendidikan yang berintegritas.

(Afri Cundul)

Leave a Reply

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.