Wed. Sep 30th, 2020

Naratama Online

Cepat, Tepat dan Tuntas

DAK di SDN 173648 Silamosik Diborongkan, Kepsek Lari Menghilang

2 min read

Tobasa, naratamaonline

Dana Alokasi Khusus (DAK) TA. 2019 untuk SD Negeri 173648 Silamosik Kecamatan Porsea ternyata tidak di swakelolakan, melainkan di borongkan Kepala Sekolah ibu Normaida Sirait, S.pd kepada suaminya sendiri.

Pada hari Jumat (01-11-2019) lalu ketua pelaksana harian Laskar Merah Putih Tobasa Harry Manurung beserta rekan media dan LSM SAMPAN R.I meninjau langsung ke SDN.173648 Silamosik Kecamatan Porsea, Harry Mengatakan kepada Media bahwa dirinya sebelumnya sempat menanyakan Kepsek dan ke beberapa guru dihalaman sekolah, bahwa kepsek sedang berada di ruangan Guru, namun selang beberapa menit setelah meninjau Pembangunan Rehabilitasi ruang Sekolah tersebut Ibu Kepala Sekolah sudah menghilang dan tidak ada satu pun guru diruangan mengetahui kemana Perginya kepsek ujar beberapa Guru kepada Laskar Merah Putih.

Ditambahkan Sekertaris LSM SAMPAN R.I Tobasa Gondrong Mickhael Pasaribu kepada Awak Media bahwa Rehabilitasi 3 Ruangan belajar yang bersumber dana DAK TA.2019 Untuk SDN.173648 Silamosik tidak tetap Sasaran dan terkesan hanya untuk mengambil keuntungan yang sangat besar bagi kepala sekolah dan Pekerjaan yang seharusnya di swakelolakan, justru malah di borongkan Kepsek melalui Suaminya Sendiri.

Dilanjutkan oleh Gondrong Pasaribu dari 8 guru yang ada di sekolah tersebut tidak ada satupun mengetahui siapa bendahara Pengelola Dana DAK, karena menurut salah seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa pengelola DAK 2019 untuk Rehabilitasi 3 ruang belajar hanyalah Kepsek yang mengetahui beserta suaminya sendiri, Bendaha sekolah tidak pernah tau, karena hasil dari Investigasi kami di lapangan bersama Kepala tukang, bahwa dari awal pekerjaan ini serta pengadaan Jasa tukang, pengadaan bahan material semua yang mengurus adalah suami dari Kepala Sekolah ini, Komite dan guru-guru di sekolah ini tidak pernah di libatkan dan bahwa guru dan masyarakat dilarang melihat danendekati lokasi Pembangunan Rehabilitasi ruang sekolah itu.

Menurut wawancara dari beberapa Masyarakat desa Silamosik saat di temui di sekitaran Sekolah mengatakan kepada naratamaonline, bahwa Renovasi Pembangunan 3 Ruang Sekolah tidak pada sasarannya dan semata hanya menguntungkan kepada pihak Kepala Sekolah yang berkolaborasi dengan suaminya sebagai pemborong, padahal prioritas dana DAK tersebut dipakai untuk merenovasi rumah guru yang sudah puluhan tahun rusak dan sudah tidak layak huni lagi,dibanding harus Merenovasinya 3 ruang belajar yang mubajir, karena murid disekolah ini pun sudah sangat berkurang tegas warga masyarakat Silamosik kepada naratamaonline pekan Lalu. Ketua Pelaksanaan Harian Laskar Merah Putih bersama LSM Samoan.R.I dan rekan Media akan segera Melaporkan hal ini, karena banyaknya temuan dan keganjalan Pembangunan di Sekolah SDN 173648 Silamosik, karena berbau Nepotisme dan Korupsi guna memperkaya diri ujar warga Silamosik kepada LSM dan Media. kami segera melaporkan hal ini kepada semua instansi yang terkait, agar Kepsek Normaida Boru Sirait di panggil dan di periksa terkait Penggunaan Anggaran DAK T.A.2019, tegas Ketua Pelaksana Harian Laskar Merah Putih Tobasa Harry Manurung.(JM)

Leave a Reply

redesained by j@uhar | Newsphere by AF themes.